Langsung ke konten utama

HASIL PENELITIAN MELALUI KUESIONER TERBUKA


MAKALAH PENELITIAN

‘PENGELOLAAN KELAS’

DI MTSS ULUMUL QUR'AN

 

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan

Dosen Pengampu: Nila Afningsih, S.Pd, M.Pd

 

Disusun Oleh :

Raden Tamimi Alwani

201214013

3A (PBSI)

 

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan

T.A 2021 – 2022


Kata Pengantar

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Penelitian melalui kuesioner terbuka dengan judul ‘Pengelolaan Kelas’ di Mtss Ulumul Qur’an Medan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pengelolaan Pendidikan” dengan dosen pengampu Ibu Nila Afningsih, S.Pd, M.Pd. Saya menyadari tugas ini masik banyak kekurangan oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan tugas ini. Akhir kata saya ucapakan terimakasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi para pembaca.

 

                                                                                                            Medan, 12 Desember  2021.

                                                                                                            Penulis,

 

 

                                                                                                            Raden Tamimi Alwani

                                                                                                            NIM : 201214013


 

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I

Pendahuluan

1)      Latar Belakang

2)      Manfaat Penulisan

 

BAB II

Pembahasan & Hasil

Pembahasan

1)    Pengertian Pengelolaan Kelas

2)    Tujuan Pengelolaan Kelas

Hasil Penelitian

1)      Foto Lokasi

2)      Jawaban Kuesioner Terbuka Oleh Guru -  Guru

 

BAB III

Penutup

1)    Kesimpulan

Daftar Pustaka

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang

Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru adalah sebagian besar  terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana  pengajaran serta  pengajaran serta mengendalikanya dalam mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan  pelajaran.

Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala  perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan  berinteraksi di dalam kelas. Oleh karena itu, selayaknya kelas dimanajemeni secara baik dan  professional.

Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan seperti menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan-efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik  antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh kegiatan mengelola kelas.

Kegagalan seorang guru mencapai  tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar  murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu,  pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting.

Di sini jelas bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif pula. Maka dari itu pentingnya pengelolaan kelas guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses  pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola kelas sehingga terciptanya suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan  pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana kelas yang kondusif.

2.     Manfaat Penulisan

Penulisan ini diharapkan dapat memberikan sedikit ilmu pada bidang kajian pengelolaan pendidikan terutama pada pengelolaan kelas. Hasil penulisan ini mampu memberikan informasi, manfaat yang diharapkan dari penulis ini adalah:

Ø  Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan mengenai bagaimana pengelolaan kelas yang ada di Mtss Ulumul Qur'an.

Ø  Bagi mahasiswa/i, untuk memberi pandangan baru pada mahasiswa atau referensi untuk menjadi arahan dalam penulisan selanjutnya.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN & HASIL

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pengelolaan Kelas

Pengelolaan  kelas dalam bahasa inggris sering disebut dengan classroom management. Pengertian pengelolaan atau manajemen pada umumnya mengacu pada kegiatan-kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasia, pengawasan, dan penilaian. Sedangkan, kelas mengandung pengertian sekelompok peserta didik yang melakukan kegiatan belajar bersama dan mendapat pembelajaran.

Ada beberapa definisi tentang pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh beberapa pakar. Menurut Wilford A Weber. Pengelolaan kelas merupakan kumpulan perilaku kompleks yang digunakan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas sehingga peserta didik dapat mencapat tujuan pembelajaran secara efisien.

Menurut Burhanuddin. Pengelolaan keas merupakan proses upaya yang dilakukan guru untuk menciptakandan memelihara kondisi yang kondusif dan optimal bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran secara efesien.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi peserta didik.

 

B.   Tujuan Penglolaan Kelas

Adapun tujuan secara umum dari pengelolaan kelas, yaitu:

§  Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif, dan efisien.

§  Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan mengelola kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.

§  Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah – masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

 

Sedangkan tujuan pengelolaan kelas secara khusus dibagi dua, yaitu:

1)      Tujuan untuk siswa :

Ø  Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggungjawab indi8idu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri

Ø  Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan

Ø  Membangkitkan rasa tanggungjawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan

2)      Tujuan untuk guru :

Ø  Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat

Ø  Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi  petunjuk secara jelas kepada siswa

Ø  Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu


HASIL PENELITIAN

1. Foto Lokasi



2. Jawaban Kuesioner Terbuka oleh guru - guru

a.       Guru 1





b.      Guru 2





c.       Guru 3






BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari beberapa jawaban tersebut yaitu,

·         Hal – hal yang harus diperhatikan dalam mengelola kelas, guru harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menggunakan metode mengajar yang bervariasi agar siswa lebih menguasai materi yang disampaikan sehingga suasana kelas menjadi kondusif.

·         Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, kondusif dan menyenangkan dapat melakukan seperti, menyapa siswa dengan ramah dan semangat, meningkatkan aktivitas yang melibatkan seluruh siswa dalam kelas, menggunakan metode yang variatif dan memotivasi siswa/i.

·         Jika ada peserta didik yang menggangu proses belajar mengajar, maka guru harus mengontrol peserta didik, dengan melakukan pendekatan personal seperti mengobrol empat mata langsung antara guru dan siswa, menegur siswa, dan memberikan sanksi agar peserta didik yang mengganggu proses belajar mengajar tidak mengulangi kembali.

·         Cara untuk  mengatasi peserta didik yang lamban, dengan melakukan evaluasi seperti memberikan latihan dari materi yang sedang berlangsung dan mengajak siswa untuk aktif di dalam kelas agar guru dapat melihat perkembangan peserta didik tersebut.

·         Hal – hal yang perlu dilakukan saat kondisi kelas sudah menurun karena kelelahan, yaitu menggunakan metode belajar sambil bermain, mengadakan game, dan emberikan kuis – kuis yang menyenangkan.

·         Ternyata peserta didik yang aktif di kelas sangat dibutuhkan, karena dengan adanya siswa/i yang aktif maka terjadi interaksi antara guru dengan siswa, sehingga dapat dipastikan bahwa peserta didik yang aktif mengahadirkan pikiran dan badannya ikut terlibat dalam proses belajar mengajar.

·         Metode belajar yang bervariasi dapat membuat peserta didik lebih kreatif dan tidak membuat mereka bosan dengan metode belajar yang hanya begitu – begitu saja. 


 

Daftar Pustaka

https://www.scribd.com/doc/315623713/MAKALAH-PENGELOLAAN-KELAS-docx

http://tugaskuliah36.blogspot.com/2018/11/makalah-pengelolaan-kelas.html

Komentar